Hypophrenia atau Keterbelakangan Mental, Merasa Sedih Tapi Tidak Tahu Sebabnya

Kesehatan —Sabtu, 25 Sep 2021 15:38
    Bagikan  
Hypophrenia  atau Keterbelakangan Mental, Merasa Sedih Tapi Tidak Tahu Sebabnya
Hypophrenia | Pinterest

DEPOSTPANGANDARAN- Hypophrenia adalah keterbelakangan mental. Kondisi ini ditandai dengan kecerdasan atau kemampuan mental di bawah rata-rata dan kurangnya keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal.

Banyak orang yang mengalami kondisi di mana mereka tiba-tiba mengeluarkan air mata atau menangis tanpa tahu penyebabnya. Kondisi ini disebut dengan istilah hypophrenia, suatu kondisi perasaan emosional atau kesedihan berlebihan yang menyebabkan seseorang menangis tanpa sebab yang jelas.

Menurut para ahli, menangis secara tiba-tiba tanpa alasan bisa menjadi indikasi masalah yang mendasar pada kondisi fisik dan mental. Selain itu, ada beberapa alasan yang membuat kamu menangis tanpa alasan. Di antaranya adalah:

Baca juga: Social Anxiety Disorder! Gangguan Kecemasan Sosial: Tanda, Gejala, dan Pencegahannya

1. Gangguan Kecemasan Menyeluruh

Gangguan kecemasan ini akan membuat pikiran kamu terfokus pada suatu masalah yang membuatmu berpikir terus-menerus, sehingga membuat tubuhmu lelah dan lesu. Terlebih lagi, kamu tidak akan bisa beristirahat dengan baik pada malam hari. Ini akan menyebabkan kamu merasa sedih dan menangis tanpa alasan.

Sebuah studi di University of Pennsylvania mengungkapkan bahwa tidur secara teratur 4-5 jam bisa berdampak negatif pada kesehatan. Hal tersebut akan memicu suasana hati, iritabilitas, dan perasaan sedih.

2. Kondisi Depresi atau Stres

Ketika kamu sedang merasa stres yang diakibatkan oleh banyak hal, secara tidak langsung kamu akan merasa sedih dan cemas. Tingkat kesedihan dan kecemasan yang tinggi akan membuat kamu merasa sedih dan menangis secara tiba-tiba.

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD adalah kondisi mental ketika kamu mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. PTSD umumnya lebih banyak memengaruhi wanita daripada pria. Karena kebanyakan wanita lebih sensitif terhadap perubahan, sehingga mereka merasakan emosi yang lebih intens.

Baca juga: Cara Melembabkan Kulit Wajah Dengan Tepat

4. Organic Brain Syndrome (OBS)

OBS adalah gangguan fisik yang menyebabkan penurunan fungsi mental. Kondisi ini biasanya dialami oleh manula. OBS dapat dikategorikan sebagai suatu kondisi fisik yang dapat menyebabkan perubahan gangguan mental.

5. PMS atau Menstruasi

Kondisi ini yang paling sering terjadi pada seorang wanita. Gejala-gejala sebelum PMS membuat beberapa bagian tubuh terasa sakit, terutama pada perut dan pinggul. Selain itu, PMS juga dapat menyebabkan kamu merasakan sedih dan menangis tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormonal, kram perut, kembung, dan sakit kepala yang kamu rasakan selama PMS berlangsung.

Baca juga: Google’s Updated iOS 15 Mendukung Mode Fokus dan Widget iPad

Pengertian hypophrenia yang sesungguhnya

Seseorang yang menderita hypophrenia atau keterbelakangan mental umumnya memiliki IQ di bawah 70 atau 75, serta masalah dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Penderita kondisi ini juga bisa mengalami disabilitas belajar, bicara, sosial, hingga fisik.
Penyebab hypophrenia tidak selalu bisa diidentifikasi oleh dokter. Namun, ada sejumlah kondisi yang bisa menjadi kemungkinan penyebabnya, seperti:

  • Penyakit yang diturunkan, seperti fenilketonuria (PKU) atau penyakit Tay-Sachs.
  • Kelainan kromosom seperti pada Down syndrome.
  • Trauma sebelum lahir, seperti infeksi atau paparan terhadap racun, obat-obatan terlarang atau alkohol.
  • Trauma saat lahir, seperti persalinan prematur atau kekurang oksigen.
  • Penyakit di awal masa kanak-kanak yang parah, seperti batuk rejan, campak, hingga meningitis.
  • Keracunan timbal atau merkuri.
  • Malnutrisi parah atau masalah pola makan lainnya
  • Cedera otak.

Hypophrenia atau keterbelakangan mental dibagi menjadi empat tingkat berdasarkan IQ dan kemampuan penderitanya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Empat tingkat tersebut meliputi ringan, sedang, berat, dan sangat berat atau mendalam.

Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait