Mengenal Gaslighting! Manipulasi Hubungan Toxic, Ini Tanda dan Cara Menanganinya

Kesehatan —Jumat, 1 Oct 2021 10:27
    Bagikan  
Mengenal Gaslighting! Manipulasi Hubungan Toxic, Ini Tanda dan Cara Menanganinya
Gaslighting | Pinterest

DEPOSTPANGANDARAN- Gaslighting adalah bentuk manipulasi dalam suatu hubungan yang membuat korbannya selalu merasa bersalah dan meragukan diri sendiri. Kondisi ini bisa berdampak serius pada fisik dan psikis korbannya.

Korban gaslighting akan merasa ragu dan tidak yakin dengan dirinya sendiri. Seiring dengan waktu, sisi psikologi sang korban akan melemah dan mempertanyakan realitasnya. 

 Akibatnya, korban pun akan mengalami kecemasan, depresi, sampai mental breakdown.

Baca juga: Belajar Memaknai Setiap Perasaan

Tanda-Tanda Gaslighting

Ada beberapa bentuk gaslighting yang umum terjadi dalam suatu hubungan, di antaranya:

  • Meremehkan emosi korban dan menuduhnya telah bereaksi secara berlebihan
  • Menolak ajakan korban untuk berdiskusi
  • Menyangkal semua hal yang dituduhkan oleh korban
  • Meyakinkan orang lain bahwa korban adalah orang yang mudah bingung, suka mengada-ada, dan sulit mengingat sesuatu
  • Mengalihkan pembicaraan saat korban mengangkat topik yang sensitif

Baca juga: Mengenal Self Healing dan Metodenya

Cara Menangani Gaslighting

Tidak perlu menyalahkan diri sendiri saat seseorang melakukan gaslighting kepada Anda, karena pelakunya memang melakukan manipulasi yang bertujuan untuk membuat Anda merasa bersalah.

Jika menjadi korban gaslighting, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghadapinya, yaitu:

1. Kenali perilaku tersebut sebagai gaslighting

Bagi sebagian orang, tindakan manipulasi yang dilakukan oleh pelaku sering tidak disadari sebagai bentuk gaslighting. Oleh karena itu, Anda harus waspada jika seseorang melakukan manipulasi secara konsisten dan membuat Anda meragukan diri sendiri bahkan berdampak negatif pada harga diri Anda.

2. Kumpulkan bukti interaksi dengan pelaku

Untuk membantu Anda melacak apa yang sebenarnya terjadi, cobalah mendokumentasikan semua interaksi dengan pelaku. Saat ia mulai menyangkal percakapan atau peristiwa yang telah terjadi, Anda dapat menunjukkan kebenarannya.

Baca juga: Gangguan Kepribadian Histrionik! Orang Lebay di Sosial Media, Hindari Hal Ini

3. Ciptakan batasan

Buatlah batasan yang jelas antara Anda dan pelaku. Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi percakapan atau menjauh saat pelaku mulai membuat Anda merasa ragu dan cemas.

4. Jangan takut untuk berbicara

Pelaku gaslighting sering kali menggunakan kebohongan, kritik negatif, dan hinaan untuk memanipulasi korbannya. Oleh karena itu, jika pelaku mulai berulah, jangan takut untuk berbicara atau berterus terang. Hal ini akan membuatnya merasa terpojok hingga akhirnya meninggalkan Anda.

5. Hindari perdebatan

Pelaku gaslighting akan selalu mencoba membuat korbannya merasa bersalah. Jika Anda terus mencoba membuktikan bahwa Anda benar dan ia salah, hal ini bisa saja membuat Anda frustrasi. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari perdebatan dan jauhkan diri dari pelaku gaslighting.

Baca juga: Cara Menenangkan dan Mengontrol Diri dari Amarah

6. Cintai diri sendiri

Perilaku gaslighting dapat menguras fisik maupun mental Anda. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa gaslighting bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan meningkatkan risiko korbannya terkena PTSD.

Oleh karena itu, kurangi stres akibat gaslighting dengan mencintai diri sendiri. Misalnya, dengan melakukan aktivitas atau hobi yang disukai, seperti berkebun, traveling, atau melakukan perawatan tubuh.

Terlepas dari itu semua, selalu ingat bahwa Anda tidak bersalah dalam hal apa pun dalam hubungan gaslighting. Anda juga tidak bertanggung jawab untuk mengubah segala hal yang telah dilakukan oleh pelaku gaslighting.

Jangan pula merasa sendiri, karena Anda bisa bercerita kepada orang-orang terdekat tentang masalah yang sedang Anda hadapi. Sebaliknya, jika Anda mengetahui orang terdekat menjadi korban gaslighting, cobalah merangkulnya dan menjadi pendengar yang baik.

Baca juga: Crab Mentality! Menghalangi Keberhasilan Orang Lain


Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait