Mengenal Diet Raw Food: Makanan Dengan Sedikit Pengolahan

Kesehatan —Sabtu, 2 Oct 2021 12:23
    Bagikan  
Mengenal Diet Raw Food: Makanan Dengan Sedikit Pengolahan
Raw Food | Pinterest

DEPOSTPANGANDARAN- Diet raw food adalah pola makan di mana orang yang menjalaninya hanya mengonsumsi makanan mentah, atau makanan yang melalui sedikit proses pengolahan. Batas suhu memasak yang disarankan dalam diet ini adalah antara 40 – 48 derajat Celcius.

Gaya hidup sehat kini semakin digemari, termasuk menjalani pola makan atau diet sehat. Salah satu deretan diet yang sedang tren belakangan ini adalah diet raw food. Sebelum kamu mempraktikkan jenis diet ini, yuk lebih dalam berkenalan dengan diet raw food.

Diet yang juga disebut diet makanan mentah ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1800-an, tapi baru populer lagi dalam beberapa tahun terakhir.

Proses pemanasan yang lebih dari 48 derajat Celcius dapat menghancurkan enzim alami yang terkandung dalam makanan. Itu membuat tubuh akan bekerja terlalu keras untuk menghasilkan lebih banyak enzim pencernaan.

Baca juga: Segudang Manfaat Pada Kafein dan Cara Kerjanya

Jenis diet raw food

Berdasarkan menu yang dikonsumsi, berikut ini beberapa jenis diet raw food:

  • Vegetarian yang masih mengonsumsi telur dan produk olahan susu
  • Vegan yang tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali
  • Omnivora yang mengonsumsi makanan hewani dan nabati

Namun pada praktiknya, tentu diet raw food terbuka pada jenis modifikasi tertentu. Selain itu, jenis-jenis makanan yang dikonsumsi mereka yang melakukan diet raw food adalah:

  • Biji-bijian dan kacang-kacangan yang sudah dicuci
  • Buah yang dikeringkan
  • Buah dan sayur segar
  • Susu dari kelapa muda
  • Rumput laut
  • Buah yang dijemur di matahari
  • Makanan fermentasi seperti kimchi
  • Alpukat
  • Telur
  • Ikan
  • Daging
  • Susu dan produk olahannya (tidak dipasteurisasi)

Baca juga: Segudang Manfaat Pada Kafein dan Cara Kerjanya

Pada setiap pelaku diet raw food, jenis makanan yang dikonsumsi bisa berbeda. Intinya mereka mengonsumsi makanan yang organik, natural, dan tidak diproses.

Artinya, tidak ada dalam kamus pelaku diet raw food untuk mengonsumsi makanan yang sudah diproses, gula, tepung, kopi, teh, alkohol, pasta, garam meja, dan lainnya.

Tentu saja interpretasi tentang diet raw food bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Ada yang masih mengonsumsi makanan yang sudah matang, ada pula yang sama sekali tidak mengonsumsinya. Semua kembali ke pilihan tiap orang.

Baca juga: Mengenal Gaslighting! Manipulasi Hubungan Toxic, Ini Tanda dan Cara Menanganinya

Diet raw food memang sehat tapi hati-hati dan perhatikan hal Ini

Manfaat yang ditawarkan diet raw food ini mungkin membuat kamu jadi tertarik untuk mencobanya. Tapi, jangan terburu-buru. Perhatikan dan ingat baik-baik, beberapa dari makanan ini mungkin tidak aman dikonsumsi dalam keadaan mentah karena dapat mengandung kuman atau racun.

Makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi mentah atau tanpa pengolahan adalah kacang merah, singkong, jamur, kacang polong, kacang kapri, telur, daging, dan susu. Ikan segar yang berkualitas tinggi masih boleh dikonsumsi, misalnya sebagai hidangan sashimi atau sushi. Tapi, agar lebih aman, sebaiknya tambahkan wasabi untuk membasmi bakteri di dalamnya.

Risiko lain yang juga perlu diperhatikan saat menjalani diet ini adalah kekurangan nutrisi. Asupan zat besi, omega-3, protein, vitamin B12, vitamin D, kalsium, dan selenium bisa saja kurang karena jenis makanan yang dikonsumsi dalam diet ini sangat terbatas.

Ingat, tidak semua makanan cocok menjadi menu diet raw food. Sebaiknya olah makanan sebelum dikonsumsi agar bebas dari kontaminasi kuman. Namun, tetap gunakan cara pengolahan yang sehat, misalnya merebus atau memanggang. Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum mencoba diet raw food.



Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait