Mengenal Emotional Blackmail: Manipulasi Pasangan Agar Keinginan Terpenuhi

Kesehatan —Selasa, 5 Oct 2021 16:36
    Bagikan  
Mengenal Emotional Blackmail: Manipulasi Pasangan Agar Keinginan Terpenuhi
Emotional Blackmail | Pinterest

DEPOSTPANGANDARAN- Emotional blackmail adalah tindakan manipulasi yang dilakukan pasangan agar keinginannya terpenuhi, termasuk dengan memberikan tekanan dan ancaman.

Dalam menghadapi situasi ini, Anda harus memutuskan apakah hubungan masih bisa dilanjutkan atau memang harus diakhiri.

Bahkan Susan Forward, penulis buku yang berjudul “Emotional Blackmail: When the People in Your Life Use Fear, Obligation, and Guilt to Manipulate You” menjelaskan bahwa emotional blackmail menjadi salah satu bentuk pemerasan emosional yang manipulatif.

Tanda-tanda emotional blackmail dalam hubungan

Dalam beberapa kasus, manipulasi yang dilakukan pelaku seringkali membuat orang-orang tidak sadar bahwa mereka sedang menjadi korban emotional blackmail. Berikut ini beberapa situasi yang dapat menjadi tandanya:

  • Pengorbanan dan kepatuhan hanya berjalan satu arah, di mana itu dilakukan oleh Anda.
  • Anda merasa terintimidasi atau terancam patuh terhadap perkataan maupun keinginan pelaku
  • Anda meminta maaf untuk perbuatan yang tidak dilakukan, seperti kemarahan tanpa sebab, perilaku negatif, hingga hari buruk yang dialami oleh pelaku.
  • Pelaku bersikeras untuk melakukan sesuatu sesuai cara mereka atau tidak sama sekali. Bahkan pelaku rela mengorbankan Anda agar keinginannya terpenuhi.

Baca juga: Menjaga Level Stres Dengan Liburan, Ini Tanda Kamu Butuh Liburan Untuk Recovery Pikiran

Menurut terapis Susan Forward dalam buku berjudul “Emotional Blackmail: When the People in Your Life Use Fear, Obligation, and Guilt to Manipulate You”, disebutkan cara kerja emotional blackmail terbagi ke dalam enam tahapan. Tahapan-tahapan tersebut, di antaranya:

1. Tuntutan

Hal pertama yang selalu dilakukan pelaku emotional blackmail adalah tuntutan. Sebagai contoh, ketika melihat Anda sedang bermain dengan teman-teman atau sahabat, pelaku mungkin akan cemberut atau sinis waktu diajak bicara.
Saat Anda bertanya alasannya, pelaku akan menyampaikan ketidaksukaannya, misal dengan mengatakan”Aku tak suka cara mereka memandangmu. Aku pikir mereka tidak baik untukmu”. Meski terlihat peduli, cara ini sebenarnya dilakukan untuk mengontrol pertemanan Anda.

2. Perlawanan

Pelaku akan berusaha sekuat mungkin supaya keinginannya terpenuhi. Sebagai contoh, saat pelaku meminta Anda untuk menjauhi orang tertentu tapi ditolak, ia kemudian akan melakukan perlawanan. Perlawanan yang dilakukan bisa dengan marah dan menjauh hingga tuntutannya terpenuhi.

3. Tekanan

Dalam tahapan ini, pelaku emotional blackmail akan menekan Anda untuk memenuhi apa yang ia inginkan. Beberapa pendekatan yang mungkin dilakukan mulai dari mengulangi tuntutannya, membuat mereka seolah-olah terlihat baik (contoh: ini demi kebaikanmu dan masa depan kita), merendahkan Anda, hingga berkata sesuatu seperti “jika kamu mencintaiku, maka lakukan yang kuminta”.

Baca juga: Mengenal Diet Raw Food: Makanan Dengan Sedikit Pengolahan

4. Ancaman

Emotional blackmail seringkali melibatkan ancaman, entah secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh, Anda berniat untuk pergi keluar bersama teman-teman. Pelaku mungkin akan mengancam secara langsung dengan berkata “jika kamu tetap pergi, maka hubungan kita selesai sampai di sini”.
Sementara itu, ancaman tidak langsung bisa berupa “jika kamu tak bisa tinggal bersamaku malam ini saat aku membutuhkanmu, mungkin orang lain akan melakukannya”. Meski tidak terlihat seperti ancaman, cara tersebut dilakukan pelaku untuk memanipulasi Anda.

5. Kepatuhan

Saat mulai lelah dengan tekanan dan ancaman, Anda pun akan mulai menyerah dan patuh terhadap tuntutan pelaku. Begitu keinginannya dituruti, ia lalu akan tampak sangat baik dan penyayang terhadap Anda.

6. Pengulangan

Ketika Anda mulai patuh, pelaku akan terus melakukan pengulangan agar tuntutannya selalu terpenuhi. Pola ini tentunya menjadi pertanda bahwa Anda sedang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Emotional blackmail adalah tindakan manipulasi yang dilakukan pasangan agar keinginannya terpenuhi, termasuk dengan memberikan tekanan dan ancaman. Apabila berlangsung secara terus, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kondisi kesehatan mental korbannya.

Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait