Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DKBP3A Pangandaran Galakan Gerakan Paneker Perak Jebol

News —Jumat, 1 Oct 2021 23:39
    Bagikan  
Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DKBP3A Pangandaran Galakan Gerakan Paneker Perak Jebol
Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DKBP3A Pangandaran Galakan Gerakan Paneker Perak Jebol/Dok

PANGANDARAN, DEPOSTPANGANDARAN

Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Pangandaran galakan gerakan Paneker Perak Jebol.

Paneker Perak Jebol merupakan kepanjangan dari Pangandaran Menekan Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Dengan Cara Jemput Bola.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak di DKBP3A Pangandaran Ayi Rohanah mengatakan, inovasi Paneker Perak Jebol dilatarbelakangi untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

"Gerakan Paneker Perak Jebol dilakukan oleh kader Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) dan relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis


Masyarakat (PATBM)," ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN, Jumat 01 Oktober 2021.

Ayi menambahkan, kader Motekar dibentuk dan ditugaskan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan relawan PATBM dibentuk dan diberi Surat Keterangan oleh Kepala Desa disetiap Desa yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Jumlah kader Motekar yang ada di Kabupaten Pangandaran sebanyak 16 orang dan disebar disetiap Kecamatan," tambahnya.

Baca juga: Resep Kreasi Masakan Nusantara: Cara Membuat Ayam Geprek Keju

Baca juga: Segudang Manfaat Pada Kafein dan Cara Kerjanya


Sementara relawan PATBM yang sudah terbentuk dari 93 Desa di Kabupaten Pangandaran baru ada 50 yang sudah memiliki SK.

"Relawan PATBM telah mengikuti pelatihan, dari 50 yang sudah memiliki SK baru 35 relawan yang mengikuti pelatihan," jelasnya.

Diterangkan Ayi, kader Motekar dan relawan PATBM dalam tugasnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Jika memang terjadi kasus maka kader Motekar dan relawan PATBM melakukan pendampingan secara jemput bola dari mulai pelaporan, pendampingan hingga pemulihan psikologis korban," tuturnya.

Untuk memulihkan korban, maka langkah yang dilakukan adalah memberikan trauma healing.

Tujuan trauma healing di antaranya, agar korban kekerasan anak dan perempuan tidak melakukan hal serupa kepada orang lain dikemudian hari.

"Mayoritas pelaku kekerasan anak dan perempuan merupakan korban dan menyimpan dendam yang terpendam sehingga berpotensi melakukan hal yang sama kepada orang lain," pungkasnya. (Deni)

Baca juga: Pembangunan Dam Parit dan Irigasi Air Untuk 11 Kelompok Tani di Pangandaran Telan Rp1.2 Miliar

Baca juga: Dua Pahlawan Devisa Asal Pangandaran Meninggal Dunia di Negeri Jiran

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait